β€œKemendagri mendukung Festival Anak Bermain yang diinisiasi Kemen PPPA. Saya berharap Festival Anak Bermain ini menjadi gerakan berkelanjutan yang direplikasi di berbagai daerah dengan melibatkan pemerintah daerah, keluarga, komunitas, dan masyarakat," katanya.

Menurut Bima, dengan semakin banyaknya ruang publik yang menghadirkan permainan tradisional, anak-anak diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain, berekreasi, bersosialisasi, sekaligus mengenal warisan budaya bangsa.

Festival Anak Bermain merupakan hasil kerja sama Kemen PPPA dengan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK), Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), serta dukungan Sriwijaya Capital. Festival ini menghadirkan 18 jenis permainan tradisional, di antaranya congklak, egrang, gasing, dan berbagai permainan berbasis kearifan lokal lainnya yang dapat dimainkan anak-anak bersama keluarga.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian awal peringatan Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November. Sebagai kelanjutan, Kemen PPPA bersama PPK-GBK dan KPOTI akan menggelar aktivasi ruang bermain berbasis permainan tradisional di Moja Museum pada 22 November 2026.