NADIKABAR.COM — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pihak Istana belum mengetahui tujuan penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto, serta juga menyasar sejumlah pejabat dan tokoh, dan masih menunggu hasil penyidikan kepolisian.

"Belum, belum. Tapi secara lengkap dan detail, itu kami tunggu dari proses penyidikan," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan pihak yang diduga disadap bukan hanya Kepala Negara, tetapi juga para menteri, pimpinan partai politik, dan tokoh organisasi kemasyarakatan. Hal itu, kata dia, turut membuat Istana mempertanyakan tujuan di balik penyadapan tersebut.

Prasetyo juga menyatakan Istana belum mengetahui secara rinci pihak yang menjadi dalang maupun penerima hasil sadapan.

"Secara detail belum, karena itu masih proses yang sekarang sedang dilakukan oleh teman-teman di kepolisian. Nanti pada waktunya pasti akan disampaikan kepada teman-teman media dan kepada seluruh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan isi percakapan yang disadap juga belum diketahui. Begitu pula pertanyaan apakah Wakil Presiden dan dirinya turut menjadi sasaran penyadapan, Prasetyo meminta publik menunggu hingga data lengkap.

Meski motifnya belum terungkap, Prasetyo menilai perbuatan tersebut mengarah pada makar serta membahayakan keselamatan negara dan pimpinan negara. Menurut dia, pembicaraan pimpinan negara memuat banyak informasi sensitif.

"Kalau sudah berbicara Kepala Negara, berbicara pimpinan negara, di situ banyak informasi yang tentu sangat sensitif. Bisa jadi informasi sensitif tersebut membahayakan kepentingan dan kedaulatan bangsa dan negara," katanya.

Prasetyo meminta masyarakat tidak khawatir karena mekanisme penyadapan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, sedangkan kasus itu diduga dilakukan oleh oknum tertentu.