Pemberdayaan tersebut akan diperkuat melalui kolaborasi dengan kementerian lain, termasuk yang membidangi UMKM, ekonomi kreatif, dan perindustrian. Dengan demikian, dukungan bagi keluarga dapat berlanjut sesuai kebutuhan dan potensi usaha masing-masing.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Setiap gedung direncanakan berdiri di atas lahan seluas 7 hingga 8 hektare, dengan kapasitas total yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari satu juta siswa.

"Kalau mengasumsikan satu gedung permanen kapasitasnya lebih dari 2 ribu siswa tingkat SD, SMP, dan SMA," kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan ke Sekolah Garuda. Siswa juga didukung untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil.

SRT 4 Kabupaten Bandung berdiri di atas lahan milik Kemensos. Nantinya, gedung permanen juga akan didirikan di lahan milik pemerintah kota dan pemerintah kabupaten Bandung.

"Kalau tanahnya dari Kabupaten Bandung, seluruh warga Kabupaten Bandung saja yang boleh sekolah di situ. Kalau untuk miliknya Kemensos ini seluruh Indonesia boleh di sini. (Apabila) punya gubernur (provinsi) hanya dari kabupaten kota di provinsi tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk program Sekolah Rakyat.

"Bapak Bupati sangat support PSN, salah satunya Sekolah Rakyat. Bukan hanya Sekolah Rakyat, tetapi juga KDMP dan MBG. Ke depannya, apa pun yang dibutuhkan dari PSN ini, saya yakin Pak Bupati akan selalu mendukung," kata Ali.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

"Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, dan kita ingin disebut siap. (Kesiapan) kita bukan sekadar dilihat dari gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi satu hal yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya," kata Ali.