NADIKABAR.COM — Kementerian Sosial menyebutkan kesuksesan implementasi digitalisasi bantuan sosial di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditentukan peran para pendamping keluarga penerima manfaat dan pilar-pilar sosial, terutama dalam menjembatani kendala literasi digital di tengah masyarakat.
"Keberhasilan integrasi sistem layanan digital pemerintah sangat bergantung pada peran aktif mereka yang berada di lini terdepan," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf selepas acara penguatan kapasitas pilar-pilar sosial di Makassar, Sulsel, Selasa.
Kondisi di Sulsel tidak jauh berbeda dengan provinsi lainnya termasuk di Pulau Jawa. Menurut Saifullah, hal itu sebagaimana hasil uji coba digitalisasi bansos yang dilakukan kementerian sosial bersama kementerian/lembaga terkait ditemukan mayoritas warga masih menghadapi berbagai kendala seperti ketiadaan gawai, minimnya pemahaman teknologi, hingga keraguan saat mendaftar secara mandiri.
"Sama seperti uji coba di Banyuwangi, Jawa Timur. Hasilnya 80 persen penduduk masuk dalam sistem layanan digital pemerintah. Tetapi dari 80 persen yang mendaftar, itu 10 persen yang daftar secara mandiri, selebihnya dibantu oleh agen Perlinsos. Mengapa? Karena masyarakat masih belum terbiasa dengan layanan digital pemerintah," ungkapnya.