"Kebutuhannya satu tahun, yaitu 1,8 juta ton. Untuk 1,8 juta ton, kita tanamkan jagung yang lebih, yaitu 300 ribu hektare. Dikali 7 ton, itu sama dengan 2,1 juta ton produksinya," ujar Amran usai Konferensi Pers Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan Bagi Peternak Layer di Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (27/10).

Ia juga menjelaskan bantuan benih akan diberikan secara gratis melalui kelompok tani yang bekerja sama dengan peternak dalam satu koperasi. Kelompok tersebut akan membina petani jagung sekaligus memastikan hasil panen dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Apabila produksi jagung melebihi kebutuhan peternak, Bulog akan berperan sebagai pembeli atau off-taker untuk menyerap kelebihan produksi.