"Alhamdulillah, kita patut bersyukur pangan Indonesia aman. Tapi kita tidak boleh berpuas diri. Produksi harus terus ditingkatkan, cadangan diperkuat, dan petani dilindungi. Ada keringat petani dan ada negara yang hadir," tandas Amran.

Kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan krisis kini menjadi perhatian banyak negara. Sedikitnya 33 negara mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk memiliki persediaan kebutuhan dasar di rumah, termasuk makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.

Sejumlah negara merekomendasikan stok kebutuhan rumah tangga minimal untuk 72 jam sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan.

Inggris dan Jepang termasuk negara yang memperkuat imbauan tersebut. Pemerintah Inggris mendorong setiap rumah tangga memiliki persediaan makanan dan air minum untuk kebutuhan minimal 3 hari.

Sementara Jepang mengimbau masyarakat memperkuat kesiapsiagaan dengan menyimpan persediaan kebutuhan pokok setidaknya untuk 3 hari, bahkan hingga satu minggu jika memungkinkan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi terhadap berbagai risiko, mulai dari konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber yang dapat mengganggu infrastruktur, hingga terhambatnya rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok.

Situasi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan ketersediaan kebutuhan dasar menjadi perhatian serius banyak negara di tengah ketidakpastian global.