Meski begitu, Amran belum memutuskan berapa jumlah beras yang akan diekspor ke negara-negara tersebut. "Belum, belum ada (jumlah yang akan diekspor)," jelasnya.

Sebagai informasi, menandatangani nota kesepahaman dengan Malaysia untuk ekspor 1.000 ton beras premium ke Negeri Jiran tersebut. Ini sekaligus membuka potensi ekspor ke negeri jiran hingga 200.000 ton dengan nilai Rp 3,4 triliun.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan ekspor perdana ke Malaysia ini merupakan perkembangan positif bagi sektor pangan nasional. Indonesia mulai memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur di tengah upaya menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat.