NADIKABAR.COM β€” Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai meningkatkan daya beli petani di Lampung melalui penguatan harga komoditas, penurunan biaya produksi, dan perlindungan hasil panen.

"Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung," kata Amran dalam kunjungan kerja di Pringsewu, Lampung, sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dia menyampaikan penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan.

Amran mengatakan, arah kebijakan Presiden Prabowo menempatkan petani sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika biaya produksi lebih terkendali dan harga hasil panen membaik, petani memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan perekonomian daerah.

β€œSebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ujar Amran.

Menurutnya kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi.

Pemerintah ingin memastikan manfaat pembangunan tidak hanya berhenti di tingkat perdagangan dan industri, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang memproduksi pangan dan komoditas pertanian.

Dampak kebijakan tersebut juga tercermin pada perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Mentan menyebutkan NTP telah mencapai angka 131,11 yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah.

Indikator itu penting karena menggambarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani, sehingga dapat menjadi salah satu ukuran untuk melihat perkembangan daya beli petani.