“Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,” jelas Amran.

Mentan menegaskan pemerintah akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada petani.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan,” tegasnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas penting bagi masyarakat Lampung.

Ia menyebut hampir 60 persen masyarakat Lampung berkaitan dengan ketiga komoditas tersebut, sehingga perubahan harga dan biaya produksi pertanian memiliki pengaruh luas terhadap perekonomian daerah.

”Semenjak Pak Prabowo menjadi Presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, perbaikan kondisi sektor pertanian turut diikuti oleh meningkatnya sejumlah indikator konsumsi masyarakat.

”Petani-petani di sini alhamdulillah mendapatkan kejadian yang sangat luar biasa. Investasi yang salah satunya adalah tingkat konsumsi. Kami melihat indikator-indikator konsumsi dari Provinsi Lampung, yang pertama itu pembelian mobil,” ungkap Rahmat.