Data Pemerintah Provinsi Lampung mencatat jumlah kendaraan bermotor baru pada semester I 2026 mencapai 83.515 unit, naik 22,15 persen dibandingkan 68.370 unit pada semester I 2025.

Kenaikan juga terlihat pada kendaraan roda dua yang bertambah 19,90 persen, dari 62.464 unit menjadi 74.892 unit.

Sementara itu, kendaraan roda empat meningkat 22,15 persen secara agregat, dari 5.906 unit menjadi 7.213 unit berdasarkan penjumlahan kategori kendaraan roda empat pada data tersebut.

β€œPembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak,” ujar Rahmat.

Data tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi masyarakat, meskipun peningkatan pembelian kendaraan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kenaikan berasal dari pendapatan petani atau kebijakan pertanian.

Rahmat melihat perkembangan itu sebagai bagian dari dinamika ekonomi yang perlu dibaca bersama indikator lainnya.

”Dan karena kebijakan-kebijakan itu, hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua terdekat di Sumatera. Ini semua karena kebijakan untuk petani. Terima kasih,” ujar Rahmat.

Selain perbaikan harga komoditas, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui hilirisasi. Di Lampung, singkong yang sebelumnya banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah mulai dikembangkan menjadi produk olahan, termasuk tepung mocaf.

Upaya itu membuka peluang agar nilai ekonomi komoditas tidak hanya dinikmati pada tahap produksi, tetapi juga melalui pengolahan di tingkat desa.