NADIKABAR.COM — Pemerintah terus menambah area tanam pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan ada 500 ribu hektare lahan sawah baru yang sedang digarap saat ini.
Menurutnya, ada 2 juta hektare lahan baru yang disiapkan, namun baru dikerjakan seperempatnya dulu untuk tahap awal. Produksi dari lahan-lahan sawah baru ini diyakini dapat memenuhi kebutuhan pangan 500 juta orang masyarakat Indonesia.
Hal ini dipaparkan langsung Amran kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahan pada tengah pekan lalu.
"Tahap pertama, kami rapat tadi dengan TNI dan Pak Menhan untuk menggarap seluas 500 ribu hektare, lahannya ini 2 juta hektare. Kembali yang tadi. 2 juta hektare kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan," ungkap Amran dikutip dari video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/10/2026).
Amran menerangkan lahan-lahan sawah baru ini disulap dari lahan rawa mineral. "Ini tambahan, Bapak Presiden. Ini lahan rawa mineral yang kita sudah garap," katanya.
Dia meyakinkan kepada Prabowo pemerintah tidak perlu membuka lahan hutan baru untuk produksi pangan, apalagi lahan hutan gambut. Menurutnya, saat ini pihaknya dan TNI mencari lahan-lahan rawa mineral untuk dijadikan sawah baru.
"Siap tidak (buka lahan hutan), Bapak Presiden. Ini rawa mineral, Bapak Presiden, bukan gambut," tegas Amran.
Ketika dikonfirmasi langsung oleh Prabowo komoditas apa saja yang ditanam, Amran mengatakan sawah dari lahan rawa ini bisa digunakan untuk menanam komoditas apapun yang sedang dibutuhkan. Namun, saat ini pihaknya akan fokus untuk produk beras.
"Beras, izin Bapak Presiden. Beras, jagung, kedelai, apa saja tanaman pangan yang kita butuhkan, itu kita tanam. Jadi yang mana minus, ini yang kita tanam nanti ke depan. Tapi lahannya kita siapkan," papar Amran.