NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Bareskrim Polri agar mengusut sejumlah dugaan pelanggaran di sektor pangan, mulai dari tata niaga ayam dan telur, kecurangan beras fortifikasi, hingga sawit. Amran sebelumnya telah bersurat kepada Kapolri Suyudi Ario Seto agar penegakan hukum terhadap mafia pangan dituntaskan.

"Ada fortifikasi, sawit, pakan kita lihat ayam, segala macam," ujar Amran kepada wartawan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).

Amran menyoroti bahwa ada anomali harga. Ia menyebut harga daging ayam dan telur di tingkat peternak anjlok. Namun, harga kedua komoditas tersebut di tingkat konsumen naik. Hal inilah yang dapat mengerek inflasi.

"Harga di peternak turun, tapi konsumen naik. Ada inflasi lagi, inflasi ayam dengan telur. Inflasi ayam dengan telur. Kan kasihan, ya kan? Jadi ini menurut anda nih, harga di peternak turun, harga di konsumen naik. Menurut anda gimana? Mafia ya? Begitu kira-kira," beber Amran.

Saat ditanya mengenai potensi pengenaan denda pada pelaku kecurangan pangan, Amran tidak memberikan jawaban yang tegas."Menurutmu bagus nggak?" terangnya.