Menurut Amran, praktik tersebut diduga turut memengaruhi kenaikan harga beras di pasaran karena komoditas bersubsidi dijual dengan harga premium sehingga merugikan konsumen.
Ia menambahkan seluruh jalur distribusi akan ditelusuri dan ditindak, dengan prioritas penegakan hukum terhadap pelaku utama maupun jaringan perdagangan yang terlibat dalam praktik tersebut.
Amran menyatakan pelaku utama telah diamankan, sementara kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain maupun keterlibatan pihak tambahan dalam kasus dugaan pengoplosan beras SPHP tersebut.
Dalam inspeksi tersebut, tim juga menemukan lokasi pengemasan, tumpukan beras, serta kendaraan yang diduga telah disiapkan untuk mendistribusikan beras SPHP yang diubah menjadi beras premium.
"Kita ini berjibaku tidak tidur siang-malam, dicaci-maki, sampai teman-teman sakit untuk swasembada beras, mempertahankan pangan pada saat kondisi dunia krisis pangan energi dan air," kata Amran.