Penguatan ekosistem ekonomi berbasis masjid tersebut sejalan dengan sinergi Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi dalam mendorong pembentukan koperasi di masjid di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan aktivitas keagamaan dengan kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Ferry Juliantono menegaskan kebangkitan koperasi di Indonesia merupakan bagian dari upaya melanjutkan perjuangan dan cita-cita H.O.S. Tjokroaminoto mengenai sosialisme Islam.
Menurut Ferry, dakwah ekonomi yang diusung Syarikat Islam bertujuan mewujudkan kemerdekaan sejati melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Gagasan tersebut berakar pada perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme serta cita-cita membangun tatanan ekonomi yang lebih berkeadilan.
"Tema dakwah ekonomi yang diusung Syarikat Islam bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang sejati. Gagasan ini berakar dari ide besar sosialisme Islam yang dicetuskan oleh H.O.S. Tjokroaminoto untuk melawan kolonialisme dan imperialisme pada masa lampau," ujar Ferry.
Ferry juga mengingatkan transformasi sistem ekonomi nasional menuju ekonomi kerakyatan yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Karena itu, ia mengajak kader Syarikat Islam untuk berada di garis terdepan dalam mengawal transformasi tersebut serta memperkuat koperasi sebagai instrumen usaha bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia turut mengapresiasi sinergi Kementerian Koperasi dan Kementerian Agama, khususnya melalui kerja sama pengembangan koperasi di masjid-masjid. Menurutnya, organisasi Islam yang didukung ekosistem koperasi dan berbagai instrumen ekonomi umat dapat menjadi kekuatan alternatif untuk mendorong kehidupan masyarakat yang lebih baik.