"Insyaallah itu bisa menjadi ekosistem yang akan mewujudkan ekonomi umat. Organisasi Islam bersama ekosistem koperasi dan seluruh instrumennya bisa menjadi kekuatan alternatif bagi rakyat Indonesia untuk menuju kehidupan yang lebih baik," kata Ferry.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program dakwah ekonomi yang telah dirintis organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat kembali identitas Syarikat Islam sebagai gerakan dakwah dan ekonomi yang tumbuh dari tradisi kewirausahaan serta perjuangan para pendahulu bangsa.

Hamdan juga menyinggung perjalanan kepemimpinan dan pengembangan organisasi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penguatan kembali DNA awal Syarikat Islam sebagai gerakan ekonomi dan dakwah merupakan langkah penting untuk memastikan organisasi tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

"Kita fokus pada organisasi dakwah dan kita fokus lagi pada DNA awal lahirnya Syarikat Islam yang direka oleh para pengusaha dan para entrepreneur, yaitu Syarikat Dagang Islam yang kemudian ditumbuhkembangkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto," ujar Hamdan.

Penutupan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 menjadi momentum bagi Syarikat Islam untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meneguhkan kembali peran dakwah ekonomi dalam pembangunan bangsa. Sinergi antara organisasi Islam, koperasi, masjid, dan pesantren diharapkan dapat memperluas pemberdayaan ekonomi umat, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Ferry Juliantono dan Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam periode 2026-2031, Hamdan Zoelva.