βYa, saya lebih memilih banyak orang yang hidup daripada satu orang yang berkuasa,β kata Bahlil.
Ia kemudian menyampaikan langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk menjadi penyeimbang antara UMKM dengan perusahaan besar. Terlebih, ketika kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia mencapai angka di atas 60 persen.
βDan UMKM ini, harta mereka kalau ada apa-apa, nggak pernah dibawa ke luar negeri. Ketika krisis ekonomi tahun 98, yang menjadi penyangga pertahanan ekonomi nasional kita apakah perusahaan besar? Tidak. UMKM itu (yang jadi penyangga),β ucap Bahlil.
Oleh karena itu, Bahlil menyampaikan yang perlu dibina adalah pengusaha menengah ke bawah, bukan menengah ke atas.