NADIKABAR.COM β€” Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menilai transisi energi membuka peluang investasi baru pada hilirisasi dan infrastruktur digital Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan listrik ekonomi digital dan energi bersih bagi industri.

β€œSalah satu peluang terpenting di hadapan kita adalah persinggungan antara transisi energi dan ekonomi digital,” kata Rosan dalam pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurut Rosan, perkembangan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan kebutuhan listrik, sementara pusat data semakin menjadi bagian dari infrastruktur strategis.

β€œMasa depan AI akan bergantung pada listrik, jaringan transmisi, lahan industri, konektivitas, dan investasi. Dengan kata lain, masa depan AI juga tentang infrastruktur,” ujar dia.

Kebutuhan listrik sektor digital tercatat terus meningkat. PT PLN (Persero) pada September 2026 mencatat melayani 159 pelanggan pusat data dengan total kapasitas tersambung 2.038 megavolt ampere (MVA) dan konsumsi energi mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh).

Rosan menilai Indonesia memiliki skala ekonomi, ukuran pasar, dan posisi geografis yang dapat menjadi modal untuk berkembang sebagai salah satu tujuan utama investasi infrastruktur digital di Asia.