Di sisi industri, ia mengatakan Indonesia tengah membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan pertambangan, pengolahan, manufaktur, energi bersih, dan teknologi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
βPenggerak terbesar adalah energi di balik smelter surya, hidro, panas bumi, dan penyimpanan energi. Di situlah kami ingin gelombang modal berikutnya masuk,β ucap Rosan.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi pada semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari total realisasi investasi nasional. Nilainya tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Capaian tersebut setara 49,5 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Rosan mengatakan hilirisasi menjadi salah satu pilar utama dalam menarik investasi karena memungkinkan Indonesia menangkap nilai tambah sumber daya sekaligus memperkuat industrialisasi di dalam negeri.
Ia menekankan industrialisasi tersebut perlu dijalankan dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.