"Ini sangat besar karena target produksinya kira-kira sekitar 52.000 ton," ungkapnya.

Industri hulu ke hilir ini disebut Trenggono dapat menghidupkan industri di daerah yang selama 80 tahun tak pernah terjangkau pembangunan. Oleh karena itu, proyek ini mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

"Kita utamakan masyarakat setempat tidak kurang dari 7.000 orang yang dibutuhkan untuk di industri di budidaya ini. Nah, itu 3.000-an kurang lebih kita hire dari lokal," sebutnya.

NadiKabar.com menggelar Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" hari ini, Senin (19/10) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.