NADIKABAR.COM — Program SMK Go Global merupakan upaya Pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, profesional, dan berdaya saing global, serta memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak sebelum keberangkatan, kata Menteri Pelindungan PMI (P2MI) Mukhtarudin.
"Program ini juga menjadi bentuk pelindungan dari hulu, dengan membekali peserta dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi," kata Mukhtarudin saat berkunjung ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Jumat.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, jumlah peserta pelatihan SMK Go Global dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran (BP3MI) Jawa Barat, per 8 Oktober 2026, mencapai 1.319 orang.
Angka tersebut menjadi jumlah peserta tertinggi sementara dibandingkan dengan wilayah kerja lain BP3MI.
Khusus di UKRI, pelatihan diikuti oleh 175 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas.