Erdiansyah berharap kegiatan itu menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan antara UKRI, Kementerian P2MI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Kami ingin agar ketika anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri, maka mereka bukan hanya dikenal sebagai tenaga kerja, tetapi juga dikenal sebagai tenaga profesional Indonesia yang kompeten, berintegritas, berbudaya, dan mampu menjaga nama baik bangsa," kata Erdiansyah.

Dia berharap SMK Go Global dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi dan berkarier di tingkat internasional.

Kementerian P2MI menargetkan pembentukan 2.000 kelas pelatihan di seluruh 23 wilayah kerja BP3I, di mana UKRI merupakan salah satu mitra pelaksana program tersebut dengan kegiatan pelatihan yang telah berjalan sejak awal September lalu.

Kementerian juga menetapkan target penempatan pekerja migran melalui program SMK Go Global secara bertahap, yaitu 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.