Program tersebut mencakup tiga bidang pelatihan, yaitu kelas operation production dan Bahasa Inggris dengan 57 peserta dalam tiga kelas; kelas mengelas atau welder dan Bahasa Inggris diikuti 20 peserta dalam satu kelas; serta kelas pramukopi atau barista dan Bahasa Inggris dengan 98 peserta dalam lima kelas.

Menurut Mukhtarudin, pelatihan tersebut merupakan program peningkatan kompetensi (upskilling) bagi peserta yang telah memiliki kemampuan dasar sesuai bidangnya.

Melalui pelatihan dan sertifikasi, kemampuan peserta diharapkan semakin memenuhi standar kompetensi dan kebutuhan dunia kerja internasional.

"Pelatihan dalam Program SMK Go Global ini sepenuhnya dibiayai melalui APBN. Ini merupakan wujud komitmen Kementerian P2MI untuk menghadirkan pelatihan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional," kata Mukhtarudin.

Sementara itu, Wakil Rektor II UKRI Erdiansyah mengapresiasi kunjungan Menteri Mukhtarudin dan pelaksanaan program SMK Go Global di kampusnya.