Selain masalah geometri sungai, Dody mengidentifikasi hambatan aliran air pada Kali Angke ini juga disebabkan oleh struktur lama di bawah jembatan pelintasan warga di sekitar kawasan Kembangan, Jakarta Barat yang adalah peninggalan bendung zaman Belanda.
Karena tidak adanya rekam jejak (blueprint) struktur tersebut, pemerintah berencana membongkar bagian hambatan di bawah air setelah memasang jembatan Bailey sementara. Penentuan titik jembatan sementara ini akan dikordinasikan bersama oleh Wali Kota Tangerang dan Wali Kota Jakarta Barat.
"Masalahnya ini kan bendung zaman Belanda gitu loh. Nah kita nggak punya blueprint-nya juga. Provinsi nggak punya, DKI juga gak punya, kita juga nggak punya," terang Dody.
"Jadi kita sepakat sama-sama. Sama-sama dengan Wali Kota, sama-sama dengan Wali Kota Jakarta Barat. Kita cari titik yang mana kira-kira yang memungkinkan kita pasang jembatan Bailey. Nanti setelah jembatan Bailey kita pasang, baru kita akan bongkar ini," jelasnya lagi.