"Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak," kata Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, penanganan fasilitas kesehatan diarahkan untuk mendukung ketersediaan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak. Penguatan fasilitas tersebut juga penting untuk menunjang pelayanan masyarakat di hunian sementara, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, dan warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Percepatan pemulihan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum dan fasilitas sosial setelah penanganan awal pada masa tanggap darurat, seperti pembersihan material sisa bencana. Selain rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan, Kementerian PU juga mendukung perbaikan fasilitas rumah ibadah sebanyak 370 lokasi di Sumatera.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 lokasi berada di Provinsi Aceh dengan rincian 115 lokasi telah memulai konstruksi. Di Provinsi Sumatera Utara, dari 208 fasilitas peribadatan yang masuk dalam program penanganan dan 69 lokasi tahap konstruksi.