NADIKABAR.COM — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menetapkan lima strategi penyusunan program infrastruktur 2028 untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan prioritas, koordinasi, dan efisiensi pembangunan nasional.
"Perencanaan infrastruktur tahun 2028 ini perlu kita jabarkan dalam lima strategi," kata Dody secara daring dalam Rapat Koordinasi Keterpaduan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Rakorbangwil) di Jakarta, Selasa.
Dia merinci kelima strategi itu, meliputi pertama yang disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum ialah mempercepat pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung sasaran pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.
Strategi kedua difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan darurat serta percepatan pemulihan pascabencana melalui koordinasi lintas instansi yang lebih jelas disertai peningkatan kesiapan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.
Strategi ketiga diarahkan untuk melanjutkan berbagai program yang menjadi instruksi Presiden, termasuk pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil oleh seluruh warga.
Strategi keempat menitikberatkan pada optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia sehingga pelayanan air semakin baik, perjalanan masyarakat semakin lancar, dan fasilitas pendidikan menjadi lebih layak dimanfaatkan bersama.
Strategi kelima dilakukan dengan memadukan program kementerian dan lembaga agar seluruh kebijakan pembangunan saling mendukung dalam mempercepat pencapaian target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto secara terpadu nasional.
Dody menegaskan seluruh perencanaan pembangunan infrastruktur mengacu pada satu pedoman, yakni Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dengan sasaran utama mendukung pencapaian target pembangunan nasional.
Ia menjelaskan, sasaran pembangunan mencakup penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga di bawah enam, pengurangan kemiskinan menuju nol persen, serta pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029.
"Rakorbangwil ini sendiri merupakan penyelarasan program pusat dan daerah untuk tahun anggaran 2028. Acuannya hanya satu, acuannya tunggal yaitu Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto," ucap Dody.
Menurut Dody, penurunan ICOR menjadi indikator penting karena mencerminkan investasi yang semakin efektif dan efisien dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat luas.
Penyusunan program infrastruktur tahun 2028, lanjutnya, dilakukan melalui evaluasi capaian pembangunan sebelumnya sekaligus mengidentifikasi kebutuhan daerah yang masih belum terpenuhi sebagai dasar penyempurnaan kebijakan pembangunan nasional.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi pijakan penyusunan program pembangunan, baik untuk penyempurnaan agenda tahun 2027 maupun penyusunan rencana pembangunan infrastruktur nasional pada tahun anggaran 2028 mendatang.
Dody mengatakan, penyusunan program tahun 2028 dilakukan di tengah efisiensi anggaran sehingga pemerintah perlu mempertajam skala prioritas tanpa mengurangi kualitas pelayanan infrastruktur kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Selain mempertajam prioritas, pemerintah juga memasukkan aspek mitigasi bencana dan penguatan ketahanan infrastruktur agar pembangunan memiliki daya tahan menghadapi berbagai risiko serta perubahan kondisi lingkungan mendatang.
Dody menegaskan keberhasilan pelaksanaan lima strategi tersebut memerlukan dukungan pemerintah daerah melalui kesiapan lahan, pengelolaan aset, pemeliharaan berkelanjutan, serta pembagian tanggung jawab yang disepakati bersama sejak perencanaan.