NADIKABAR.COM — Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan air laut untuk memenuhi kebutuhan industri pusat data di Batam, Kepulauan Riau, sekaligus menjaga pasokan air bagi masyarakat.

"Investasi harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebutuhan air pusat data harus disiapkan dengan baik, termasuk melalui SWRO," kata Iftitah dalam keterangannya yang diterima di Batam, Kepri, Jumat.

Menurut dia, teknologi seawater reverse osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air tawar dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan operasional pusat data tanpa membebani pasokan air masyarakat dari waduk.

"Dengan perencanaan yang jelas, kita bisa menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi tumbuhnya industri baru," ujarnya.

Iftitah menyampaikan hal tersebut sejalan dengan langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam yang mendorong pembangunan fasilitas SWRO secara mandiri oleh pelaku industri pusat data.

Berdasarkan data BP Batam pada September 2026, terdapat 10 rencana pengembangan pusat data di Batam, dengan satu di antaranya telah beroperasi.