BP Batam memproyeksikan pembangunan fasilitas SWRO di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil dapat menambah kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Kapasitas tersebut direncanakan meningkat menjadi sekitar 1.000 liter per detik pada tahap berikutnya guna memenuhi kebutuhan industri tanpa mengurangi pasokan air waduk bagi masyarakat.
Selain kebutuhan air, Iftitah mendukung penguatan pasokan listrik dan infrastruktur penunjang melalui koordinasi antara pemerintah, BP Batam, penyedia energi, serta pelaku usaha.
Berdasarkan pemetaan BP Batam pada September 2026, kapasitas pusat data yang telah beroperasi, komitmen investasi, dan rencana pengembangan secara keseluruhan mencapai 1,47 gigawatt (GW) kapasitas teknologi informasi (IT).
Peningkatan kapasitas tersebut memerlukan kesiapan infrastruktur energi untuk mendukung pertumbuhan industri pusat data di Batam.
Iftitah mengatakan Batam memiliki peluang menjadi salah satu pusat data berskala global karena posisi geografisnya yang strategis dan potensi menarik investasi lanjutan di sektor ekonomi digital serta kecerdasan buatan (AI).