Menurut dia, peluang tersebut perlu didukung ekosistem yang andal, kepastian layanan investasi, dan kesiapan tenaga kerja agar manfaat pengembangan industri dapat dirasakan masyarakat setempat.

"Kehadiran pusat data bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, keterampilan, dan pendapatan yang lebih baik," katanya.

Sebelumnya, BP Batam pada Mei 2026 mengawal investasi pembangunan pusat data berbasis AI di kawasan Nongsa senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88 triliun, dengan luas pengembangan sekitar 30 hektare.

Iftitah mengatakan Kementerian Transmigrasi siap mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan peluang kerja dan pengembangan keterampilan dari pertumbuhan ekonomi digital.

Ia menegaskan pengembangan investasi perlu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, serta pertumbuhan pendapatan.