NADIKABAR.COM — Menuduh seseorang melakukan zina tanpa bukti merupakan perkara serius dalam Islam. Tuduhan tersebut tidak boleh dilontarkan tanpa bukti yang kuat, terlebih jika ditujukan kepada orang yang dikenal baik dan senantiasa menjaga kehormatannya.

Islam telah mengatur secara tegas persoalan tuduhan zina. Ketentuan ini salah satunya dijelaskan dalam Surah An-Nur ayat 4, yang menetapkan hukuman bagi orang yang menuduh perempuan baik-baik berzina, tetapi tidak dapat mendatangkan empat orang saksi.

وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوْا بِاَرْبَعَةِ شُهَدَاۤءَ فَاجْلِدُوْهُمْ ثَمٰنِيْنَ جَلْدَةً وَّلَا تَقْبَلُوْا لَهُمْ شَهَادَةً اَبَدًاۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۙ

Wal-lażīna yarmūnal-muḥṣanāti ṡumma lam ya'tū bi'arba'ati syuhadā'a fajlidūhum ṡamānīna jaldataw wa lā taqbalū lahum syahādatan abadā(n), wa ulā'ika humul-fāsiqūn(a).

Artinya: Orang-orang yang menuduh (berzina terhadap) perempuan yang baik-baik dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (para penuduh itu) delapan puluh kali dan janganlah kamu menerima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Dalam fikih, menuduh seseorang berzina tanpa bukti berupa empat orang saksi disebut qadzaf. Perbuatan ini termasuk dosa besar dan mendapat ancaman serius dalam syariat Islam.