"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada asosiasi-asosiasi nasional atas kepercayaan mereka. Kami telah menghadapi tantangan luar biasa selama beberapa tahun terakhir, dan kami menghadapinya sebagai satu tim. Masih ada pekerjaan penting yang menanti, dan oleh karena itu saya telah menerima permintaan mereka," kata Aleksander Ceferin.

"Ambisi saya tetap sama: menjaga persatuan sepak bola Eropa, memperkuat olahraga kami, dan mempersiapkan UEFA agar siap menghadapi generasi berikutnya. Saya juga sangat berterima kasih kepada keluarga saya. Keputusan ini juga menuntut banyak hal dari mereka, dan saya tidak akan bisa mengambilnya tanpa pengertian dan dukungan mereka," tegas pria berusia 58 tahun itu.

Ceferin memimpin UEFA sejak 2016, menggantikan Michel Platini saat itu. Di bawahnya, UEFA banyak bikin terobosan seperti menguatkan aturan Financial Fair Play untuk keseimbangan kompetisi hingga menggelar banyak turnamen baru, seperti UEFA Nations League dan UEFA Conference League, termasuk pengembangan sepak bola wanita.

Sementara untuk penguatan tata kelola UEFA, Aleksander Ceferin memasukkan anggota independen sebagai bentuk pengawasan. Ia juga memperkuat hubungan dengan Parlemen Eropa, Dewan Eropa, dan Komisi Eropa.