NADIKABAR.COM — Paviliun Indonesia menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh warga Jepang yang memang sangat mencintai kopi. Mereka mencecap kopi-kopi Indonesia yang dibawa ke Tokyo.

"Hari ini temanya dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Kopi ini sangat wangi dan menyenangkan, kopi dari Gunung Buthak," kata 1st Grader Instructor/Direktur 5758 Coffee Lab Adi Taroepratjeka sambil menuangkan kopi hasil seduhannya kepada NadiKabar di Paviliun Indonesia. Memang, setiap harinya kopi yang akan diseduh berbeda. Seperti ada kejutan setiap hari yang diberikan pameran ini.

1st Q Grader Instructor/Direktur 5758 Coffee Lab, Adi Taroepratjeka

Rasa kopinya cocok untuk pembaca yang suka dengan aroma buah-buahan. Sesuai dengan apa yang disampaikan Adi, kopi ini sangat menyenangkan.

Untuk Kopi dari Gunung Buthak ini memiliki beberapa proses panen antara lain anaerob, fullwash, honey dan natural. Gunung Buthak adalah Gunung dengan ketinggian 2.868 mdpl yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.

Melalui Koperasi Produsen Lembah Gunung Buthak di bawah binaan Bank Indonesia KPw Kediri, ada tiga jenis kopi yang dihasilkan yaitu Arabica yang ditanam pada 1.000 - 1.400 mdpl, robusta 600-800 mdpl dan liberika -mdpl. Sekadar informasi kopi Gunung Buthak ini sudah memiliki PIRT, NIP, Halal dan sudah diekspor ke Saudi Arabia dengan kapasitas produksi ekspor hingga 15 ton.

Tak kenal maka tak sayang, ada pengunjung pameran bernama Junko Uesugi yang rela jauh-jauh menempuh perjalanan dari Kyoto ke Tokyo menggunakan Shinkansen demi datang ke pameran kopi terbesar se Asia ini.

Junko dulunya memang pernah tinggal di Karawang, Jawa Barat. Dia menyebut, seperti melihat teman yang sudah lama tidak jumpa kala melihat ada Paviliun Indonesia di hall Tokyo Big Sight ini. Tanpa pikir panjang, dia langsung menghampiri dan meminta kopi kepada barista yang sedang menyeduh.

"Ini baru pertama kali coba minum kopi dari Jawa Timur, enak banget! Sangat fruity, saya sangat suka, terima kasih!," kata dia.