Menurutnya tak cuma Jepang, negara lain juga menyukai kopi Indonesia. Dia mengharapkan akan terus terjadi peningkatan produksi dan ekspor kopi Indonesia.
Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) BI Kurniawan Agung menambahkan BI berpartisipasi di SCAJ sejak 2023 lalu. Bank sentral berkolaborasi dengan KBRI Tokyo, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk mempromosikan kopi Indonesia.
Ada serangkaian kurasi yang harus dilewati UMKM binaan BI dalam mengikuti pameran ini. Hal ini agar BI bisa mengetahui kualitas, konsistensi mutu, cupping skor hingga rasa kopi yang mereka hasilkan.
"Jadi semakin berkualitas, nilainya akan semakin tinggi. Kita juga ingin meningkatkan nilai ekspor kopi Indonesia ke Jepang. Tak kenal maka tak sayang, jadi kopi harus diperkenalkan karena kopi kita yang berkualitas banyak sekali. Tapi kita berusaha mana yang cocok pada pasar tertentu, segmentasi pasarnya seperti apa dan niche marketnya seperti apa," jelas dia.
Saat ini Jepang menjadi salah satu mitra dagang strategis Indonesia. Nilai ekspor Indonesia ke Jepang pada 2025 mencapai US$ 17,4 miliar. Meskipun ada perlambatan di beberapa sektor, ekspor kopi Indonesia malah mencatatkan kinerja yang baik di pasar Jepang, khususnya segmen speciality coffee.
Pada 2024 - 2025, ekspor kopi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia mengalami tren peningkatan. Ini artinya konsumen dari Jepang sangat mengapresiasi kualitas, keberlanjutan dan karakteristik kopi Indonesia yang unik. Masih ada ruang di pasar Jepang untuk kopi-kopi Indonesia.
Dicukil dari data International Trade Centre (ITC) Trade Map yang dikutip Kementerian Perdagangan RI (Kemendag), nilai ekspor kopi Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan. Nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar US$ 929,1 juta pada 2023, meningkat menjadi US$ 1,64 miliar pada 2024, dan kembali melonjak hingga US$ 2,51 miliar pada 2025.
Di sisi lain, nilai impor kopi Jepang pada 2025 mencapai sekitar US$ 2,55 miliar, meningkat hampir 49% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, ekspor kopi Indonesia ke Jepang baru mencapai sekitar US$ 67,37 juta atau sekitar 2,6% dari total impor kopi Jepang. (adv/adv)