NADIKABAR.COM β€” Industri petrokimia, seperti fondasi yang menopang denyut berbagai sektor manufaktur, mulai dari plastik, tekstil, hingga otomotif.

Memasuki 2027, sektor yang disebut sebagai β€œmother of industry” ini menghadapi tantangan, sekaligus peluang besar untuk berkembang.

Penguatan investasi, diversifikasi bahan baku, dan meningkatnya kebutuhan industri hilir menjadi modal untuk menyulam masa depan petrokimia yang lebih berdaya saing.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sri Bimo Pratomo menilai industri petrokimia memiliki posisi strategis dalam struktur manufaktur.

Sektor ini merupakan pemasok bahan baku bagi hampir seluruh rantai industri pengolahan, sehingga penguatannya turut menentukan daya saing industri hilir.

Berdasarkan data Kemenperin, kapasitas terpasang industri petrokimia nasional pada 2026 mencapai sekitar 2,1 juta ton untuk polypropylene (PP), 1,99 juta ton untuk polyethylene (PE), 1,3 juta ton untuk propylene, dan 2,13 juta ton untuk ethylene.

Meski memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal.