NADIKABAR.COM β Kabut pagi menyelimuti Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di tengah udara dingin pegunungan, para peternak sapi perah memulai kesibukan mereka: membersihkan kandang dan menyiapkan pakan. Dari rutinitas harian inilah, susu terus mengalir menjadi tumpuan hidup warga setempat.β
Namun, ada bayang-bayang masalah di balik keberlanjutan usaha ini, yaitu kotoran ternak. Berada di hulu Sungai Cikapundung, limbah tanpa pengolahan berisiko tinggi mencemari sungai hingga area hilir. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas menjadi kendala utama para peternak.
βDi tengah keresahan itu, Ketua Karang Taruna Motekar Kampung Sukaluyu, Atep Suhendar, justru melihat peluang. Ia menggagas ide untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas sebagai energi alternatif, sekaligus pupuk organik bagi sektor pertanian.
βLewat program Nyaah ka Parahyangan yang berjalan sejak 2022, Atep dan kelompoknya mulai menerapkan konsep ekonomi sirkular. Mereka tak hanya berhasil menekan tingkat pencemaran lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah yang kembali meningkatkan kesejahteraan warga Suntenjaya.