Melalui skema Nyaah ka Cai, limbah kotoran dari kandang peternak kini tak lagi terbuang sia-sia. Bahan organik tersebut dikumpulkan dan disalurkan ke instalasi biodigester untuk diubah menjadi biogas.

​"Ada dua alat pengolahan biodigester, yang pertama 10 meter kubik dan kedua 4 meter kubik. Kalau ditotal, bisa mengolah sekitar 600 kilogram kotoran sapi," ujar Atep.

Dari kapasitas tersebut, biogas yang dihasilkan mampu mengalir dan dimanfaatkan secara langsung oleh enam rumah tangga di sekitar lokasi.

Hasil pengolahan tersebut kini dimanfaatkan enam rumah tangga sebagai sumber energi alternatif. Penggunaan biogas turut mengurangi konsumsi LPG dari semula dua hingga tiga tabung per bulan menjadi sekitar satu tabung, bahkan terkadang masih tersisa.Atep menuturkan, biogas menjadi solusi ganda bagi warga. Selain menjaga lingkungan dari ancaman pencemaran di hulu Sungai Cikapundung, inovasi ini turut memperkuat ekonomi keluarga melalui penghematan biaya energi sehari-hari.