NADIKABAR.COM — Mercedes-Benz memperkuat kerja sama yang sudah terjalin lebih dari satu dekade dengan perusahaan energi asal Taiwan ProLogium untuk membantu menghadirkan teknologi baterai solid-state canggih ke industri otomotif.
Kesepakatan terbaru mengizinkan Mercedes-Benz mendapatkan akses prioritas untuk menguji sel baterai generasi keempat buatan ProLogium yang berpotensi mengubah industri otomotif, lapor laman Carscoops, Jumat (25/9) waktu setempat.
Baterai solid-state telah lama dianggap sebagai teknologi baterai yang sangat menjanjikan. Dengan mengganti elektrolit cair pada baterai lithium-ion konvensional menggunakan material padat yang tidak mudah terbakar, baterai ini menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi, mendukung pengisian daya lebih cepat, lebih aman, serta memiliki masa pakai lebih panjang.
Mercedes-Benz, seperti BYD, Toyota, Nissan, Honda, Volkswagen, Stellantis, Chery, dan sejumlah perusahaan lainnya, tengah aktif mengembangkan dan menguji teknologi baterai tersebut untuk kendaraan listrik generasi berikutnya. Beberapa di antaranya bahkan diperkirakan siap dipasarkan dalam 12 bulan ke depan.
Melalui kesepakatan dengan ProLogium, Mercedes-Benz akan melakukan pengujian kelistrikan, termal, dan keselamatan terhadap sel baterai lithium-ceramic generasi keempat milik perusahaan tersebut. Pengujian akan dilakukan di fasilitas Mercedes-Benz maupun lembaga pengujian pihak ketiga.
Baterai tersebut menggunakan teknologi separator berbahan keramik serta elektrolit anorganik yang tidak mudah terbakar. Teknologi tersebut diklaim tidak hanya memungkinkan pengisian daya yang cepat, tetapi juga menghasilkan daya keluaran yang tinggi.
“Di Mercedes-Benz, kami berkomitmen membentuk masa depan mobilitas listrik melalui kepemimpinan teknologi dan inovasi,” kata anggota Dewan Manajemen Mercedes-Benz Group AG Jörg Burzer.
ProLogium saat ini telah mengoperasikan pabrik baterai berukuran besar di Taiwan dan berencana membangun fasilitas di Dunkirk, Prancis, dengan kapasitas hingga 44 GWh.
Perusahaan tersebut mengatakan pabrik ini akan memungkinkannya memasok sel baterai kepada pelanggan di seluruh Eropa, termasuk Mercedes-Benz.
Mercedes-Benz juga memiliki mitra penting lainnya dalam pengembangan baterai solid-state. Selain bekerja sama dengan ProLogium, mereka menguji sel baterai lithium-metal dari perusahaan asal Amerika Serikat, Factorial Energy.
Tahun lalu, Mercedes-Benz EQS yang dilengkapi salah satu paket baterai solid-state buatan Factorial menempuh jarak 748,8 mil atau 1.205 kilometer hanya dengan satu kali pengisian daya.
Kendaraan tersebut sebenarnya masih dapat menempuh jarak lebih jauh karena Mercedes-Benz menyebut EQS menyelesaikan pengujian dengan perkiraan sisa jarak tempuh 85 mil atau 137 kilometer.