Pada pertemuan itu, Mesir menekankan bahwa langkah yang tidak bertanggung jawab seperti itu akan berdampak negatif terhadap upaya internasional untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dapat memicu ketegangan.

Sumber itu juga menggarisbawahi perlunya menghormati status hukum dan sejarah Yerusalem yang diduduki dan menghindari langkah sepihak yang dapat menghalangi upaya untuk mewujudkan perdamaian berdasarkan solusi dua negara.

Pemanggilan itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari paragraf 10 resolusi yang diadopsi Dewan Liga Arab di tingkat perwakilan tetap pekan lalu.