NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri Mesir memanggil kuasa usaha Kolombia di Kairo untuk menyampaikan protes keras dan penolakan tegas atas keputusan Kolombia untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem.
Mesir menilai langkah Kolombia sebagai tindakan sepihak yang tidak dapat diterima yang bertentangan dengan status hukum dan sejarah kota tersebut sekaligus menjadi pelanggaran nyata terhadap resolusi-resolusi internasional yang relevan, kata sumber Mesir yang mengetahui isu tersebut.
Menurut Kantor Berita Timur Tengah (MENA), sumber tersebut menegaskan bahwa langkah itu batal demi hukum dan tak memiliki dampak hukum apa pun.
Pada pertemuan itu, Mesir menekankan bahwa langkah yang tidak bertanggung jawab seperti itu akan berdampak negatif terhadap upaya internasional untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dapat memicu ketegangan.
Sumber itu juga menggarisbawahi perlunya menghormati status hukum dan sejarah Yerusalem yang diduduki dan menghindari langkah sepihak yang dapat menghalangi upaya untuk mewujudkan perdamaian berdasarkan solusi dua negara.
Pemanggilan itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari paragraf 10 resolusi yang diadopsi Dewan Liga Arab di tingkat perwakilan tetap pekan lalu.
Resolusi itu mendesak negara-negara anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memanggil duta besar Kolombia untuk menyampaikan pesan protes resmi atas keputusan ilegal Kolombia untuk membuka kedubes di Yerusalem yang diduduki dan dampaknya terhadap hubungan bilateral dengan Kolombia.
Penerjemah: Asri Mayang Sari