NADIKABAR.COM — Kita mungkin pernah melihat kejadian ketika seseorang lupa masih mengisi bahan bakar di SPBU, lalu langsung menjalankan mobilnya hingga pompa bahan bakar ikut tertarik.

Selama ini, Tesla mencegah mobilnya melakukan kesalahan serupa meskipun pengemudi lupa bahwa kendaraan masih terhubung ke pengisi daya. Kini, kebijakan tersebut berubah demi alasan keselamatan.

Laman Carscoops, Kamis (8/10) waktu setempat melaporkan, bahwa dalam keadaan darurat, mobil Tesla kini dapat melaju meskipun sedang mengisi daya. Namun, kerusakan yang ditimbulkan bisa memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Dinamai Emergency Drive Away, fitur baru ini memungkinkan pemilik mobil memindahkan tuas ke posisi Drive dan meninggalkan stasiun Supercharger saat kabel pengisi daya masih terpasang. Tesla juga tidak memasang konektor baru yang dirancang khusus agar dapat terlepas dengan aman.

Mobil cukup diizinkan untuk melaju, sementara kerusakan yang terjadi pada perangkat pengisian daya menjadi persoalan berikutnya. Hal ini menarik karena pompa bahan bakar umumnya memiliki komponen khusus yang memungkinkan selang terlepas ketika tertarik secara paksa.

Tesla mendemonstrasikan fitur tersebut pekan ini dan mengonfirmasi bahwa fitur itu hadir melalui pembaruan perangkat lunak versi 2026.38.3. Ketika pengemudi mencoba memindahkan tuas ke posisi Drive saat kabel masih terhubung, layar sentuh akan menampilkan peringatan Emergency Drive Away.

Pengemudi harus menginjak pedal rem dan mengetuk opsi “Activate”. Setelah itu, sistem pengunci yang biasanya mencegah mobil bergerak selama pengisian daya akan dinonaktifkan sehingga kendaraan dapat melaju.

Tesla menegaskan bahwa fitur ini tidak boleh digunakan hanya karena pengemudi terlambat berangkat kerja.

“Penggunaan fitur ini akan merusak kendaraan Anda dan Supercharger,” demikian peringatan Tesla Charging.

Perusahaan juga menyatakan bahwa penyalahgunaan yang disengaja akan dikenai sanksi tambahan. Namun, Tesla belum menjelaskan secara terperinci bentuk sanksi tersebut. Yang jelas, biaya kerusakan dapat bertambah dengan cepat.

Ketika ditanya mengenai besarnya kerusakan yang mungkin terjadi, Tesla menyatakan bahwa biaya kelistrikan dan pekerjaan sipil untuk memperbaiki Supercharger dapat mencapai 25.000 dolar AS (sekitar hampir Rp450 juta), bergantung pada lokasi stasiun pengisian daya. Setelah kejadian tersebut, kendaraan juga wajib dibawa ke pusat servis untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan pada port pengisian dayanya.

Tesla belum menjelaskan apakah biaya perbaikan juga akan dibebankan kepada pengemudi yang menggunakan fitur tersebut dalam keadaan darurat yang sebenarnya.

Demonstrasi Tesla memberikan gambaran mengenai alasan biaya perbaikan tersebut tidak murah. Ketika mobil bergerak menjauh, kabel pengisi daya tercabut secara paksa dan cairan pendingin mengalir ke tanah.

Tesla mengonfirmasi bahwa cairan tersebut adalah glikol dan menyatakan bahwa pembersihan akan dilakukan sebagai bagian dari kunjungan servis Supercharger yang diwajibkan.

Dengan kata lain, sistem ini sebenarnya bukan mekanisme yang memungkinkan kabel terlepas secara aman. Tesla hanya memberikan izin kepada mobil untuk bergerak meskipun tindakan tersebut dapat merusak perangkat pengisian daya.

Tentu saja, ada alasan keselamatan yang sangat serius di balik keputusan ini. Fitur tersebut hadir dua bulan setelah penembakan massal di Twin Falls, Idaho, yang menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya.

Polisi menyatakan bahwa pelaku menembaki tiga orang di dalam dua mobil Tesla di sebuah stasiun Supercharger yang berada tidak jauh dari lokasi. Salah satu korban yang tewas adalah Dale Schultz, 66 tahun.

Tesla tidak secara eksplisit menyatakan bahwa insiden penembakan tersebut menjadi pemicu pengembangan fitur Emergency Drive Away. Eksekutif Tesla Charging, Max de Zegher, bahkan mengatakan bahwa perusahaan telah “bolak-balik mempertimbangkan hal ini selama bertahun-tahun” sebelum akhirnya memutuskan untuk menghadirkannya.

Ia menggambarkan fitur tersebut sebagai “fitur yang kami harap tidak pernah perlu Anda gunakan”.