Untuk mengulas sedikit, skandal Cambridge Analytica adalah peristiwa penyalahgunaan data pribadi milik 87 juta pengguna Facebook yang dikumpulkan tanpa izin oleh perusahaan analisis politik asal Inggris Cambridge Analytica.
Meski berlalu hampir satu dekade yang lalu, kasus itu masih terus menghantui Meta sebagai salah satu pelanggaran kebocoran data yang paling serius dalam sejarah keamanan siber global.
Jumlah denda ini adalah denda terbesar yang pernah dikenakan terhadap perusahaan yang dipimpin Mark Zuckeberg hingga saat ini.
Untuk memberikan gambaran, Meta menghasilkan keuntungan sekitar 42,6 miliar dolar AS (sekitar Rp771 triliun) hingga paruh pertama tahun 2026. Denda sebesar 25 miliar dolar AS atas pelanggaran regulasi di New Mexico akan menghabiskan hampir 60 persen dari keuntungan tersebut.