Perseroan juga mengajukan revisi RKAP 2026 dengan target keuangan yang lebih tinggi dibandingkan target sebelumnya. Memasuki 2027, fokus TINS akan diarahkan pada pencarian cadangan baru melalui eksplorasi, pengembangan timah primer, serta logam tanah jarang.

RUIS mulai memperbesar porsi bisnis di luar sektor minyak dan gas (migas). Salah satu yang menjadi perhatian perseroan adalah pengembangan bisnis geothermal dan energi baru terbarukan (EBT).

Saat ini, geothermal dan EBT menyumbang sekitar 5% dari portofolio RUIS. Kontribusi tersebut ditargetkan meningkat menjadi 7–8% pada 2027.

Diversifikasi RUIS tidak hanya menyasar energi. Perseroan juga mengembangkan portofolio di bidang petrokimia, power & electricity, hingga industri pendukung lainnya. Salah satu proyek yang digarap adalah solar PV dengan total kapasitas instalasi mencapai 13 MW hingga 2026.

Dari sisi perolehan kontrak, RUIS membukukan 305 proyek baru sepanjang semester I 2026. Nilai proyek tersebut mencapai sekitar Rp1,28 triliun. Sementara itu, nilai kontrak aktif perseroan kini telah menembus lebih dari Rp5 triliun.

MGLV menyiapkan aksi rights issue atau PMHMETD I dengan rasio 100:15. Dalam aksi tersebut, perseroan akan menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru.

Jumlah saham baru tersebut setara dengan 13,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp8.880 per saham.

Dengan harga tersebut, MGLV berpotensi memperoleh dana hingga Rp2,54 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah kebutuhan pengembangan infrastruktur data center.

Sebesar Rp1 triliun akan ditempatkan sebagai setoran modal kepada PT Nextier GenAi Center. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas data center di Kawasan Industri Terpadu Batang.

Kemudian, Rp600 miliar akan diberikan kepada PT Nextier Askara Center untuk pengembangan fasilitas data center di Jababeka, Cikarang. MGLV juga mengalokasikan Rp668,61 miliar untuk mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center (NDC) kepada kedua entitas anak tersebut.