Atlet berusia 26 tahun itu mengaku puas dengan pencapaiannya pada debut Asian Para Games. Ia bersyukur dapat membawa pulang medali setelah sebelumnya gagal berpartisipasi pada edisi 2022 di Hangzhou, China.
Namun, kebahagiaan atas keberhasilan meraih medali perak bercampur dengan kesedihan ketika Michael mengenang sosok mendiang pelatih kepala Slamet Widodo.
Dia tidak mampu menahan air matanya saat menceritakan bagaimana sang pelatih memberikan dukungan dan motivasi sepanjang perjalanan kariernya sejak 2019.
Dukungan tersebut menjadi salah satu sumber semangat bagi Michael untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya hingga akhirnya mampu tampil di panggung olahraga terbesar bagi atlet disabilitas Asia tersebut.