Sebelum pemilihan Presiden IPU ke-32, Puan telah mengikuti rangkaian Sidang Umum IPU ke-153. Ia juga turut menyampaikan pandangannya dalam agenda general debate di Sidang Umum IPU bersama pimpinan parlemen dunia lainnya.

"Merupakan kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan para anggota parlemen dari seluruh dunia dalam forum penting ini," ungkap Puan.

Dalam forum tersebut, Puan menekankan pentingnya peran parlemen sebagai penghubung antara kedaulatan rakyat dan kekuasaan negara. Menurutnya, parlemen bertugas menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi produk hukum, anggaran, pengawasan, dan kebijakan publik.

"Parlemen adalah institusi yang harus mengubah suara rakyat menjadi hukum, anggaran, pengawasan, dan kebijakan publik," tambahnya.

Puan juga mengingatkan, tugas parlemen bukan sekadar menghasilkan kebijakan yang baik di atas kertas, tetapi memastikan kebijakan tersebut bekerja dalam kehidupan rakyat.

"Oleh karena itu, IPU memberikan ruang bagi kita untuk menyuarakan kepentingan bersama, khususnya dalam memperkuat multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta peran parlemen dalam menjawab berbagai tantangan global," papar Puan.

Puan yang merupakan Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 tahun 2022 itu menegaskan, parlemen-parlemen dunia mempunyai tanggung jawab bersama.