"Kita harus memastikan globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, serta kekuasaan dari akuntabilitas," pesan Puan kepada seluruh anggota IPU. "Melalui IPU, kita dapat memperkuat kerja sama antarparlemen untuk memastikan tatanan global bukan hanya lebih terhubung, tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi," tambah Puan.

Puan turut mengapresiasi Parlemen Tanzania dan IPU atas penyelenggaraan sidang di Arusha serta sambutan yang diberikan kepada seluruh delegasi.

Dalam agenda tersebut, Puan didampingi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, dan Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko.

Irine mengatakan, kehadiran Puan dalam Sidang Umum IPU ke-153 menjadi bagian dari upaya membawa kepentingan diplomasi Indonesia ke forum parlemen dunia. Kehadiran tersebut juga berkaitan dengan pemilihan Presiden IPU yang berlangsung setiap tiga tahun.

"Partisipasi Ketua DPR dalam Executive Committee IPU Assembly ke-153 didorong oleh peristiwa 3 tahun sekali pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026-2029," jelas Irine Yusiana Roba Putri.

"Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut," tutupnya.