NADIKABAR.COM — Ada pemandangan hangat dan penuh semangat gotong royong di Dusun Tlogo, Desa Telogorejo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan. Di bawah naungan tenda-tenda sederhana, tawa dan kesibukan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menyambut senyum warga yang memadati area pasar rakyat.
Bukan sekadar perayaan rutin tahunan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ajang ini menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas dan kemandirian perempuan di tingkat dusun mampu memberi dampak ekonomi yang nyata bagi keluarga mereka.
Dengan mengusung konsep ramah kantong-semua kuliner dibanderol serba Rp 5.000, ibu-ibu PKK Dusun Tlogo membuktikan bahwa usaha mikro berbasis komunitas bisa menjadi pilar ketahanan ekonomi warga.
Ragam olahan kuliner dipajang rapi di meja-meja penjualan. Mulai dari jajanan tradisional bernuansa nostalgia seperti onde-onde dan klanting, hingga menu favorit keluarga seperti nasi goreng dan es teler segar. Semuanya merupakan racikan asli dari tangan-tangan terampil para ibu rumah tangga setempat.
Ketua PKK Dusun Tlogo, Dwi Susanti, mengungkapkan bahwa gerakan ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan. Lewat ajang ini, para ibu diajak untuk tidak hanya berperan di dalam rumah tangga, tetapi juga berani menampilkan karya kulinernya dan meraih penghasilan mandiri.
"Ini merupakan kegiatan tradisi tahunan dari UMKM PKK Dusun Tlogo. Menu yang disajikan berbagai macam, mulai jajanan tradisional sampai jajanan modern, dan semuanya serba Rp5 ribu," ujar Dwi Susanti dengan penuh kebanggaan.