Dalam upaya tersebut, MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia menjalankan mandat negara untuk mengelola cadangan mineral dan batu bara secara optimal dan berkelanjutan. Peran ini diwujudkan melalui penguatan hilirisasi dan industrialisasi, serta pengembangan industri yang diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pasar komoditas mineral strategis.
Implementasi strategi tersebut terlihat dari pengembangan sejumlah kawasan industri. Di Kalimantan Barat, ekosistem bauksit, alumina, dan aluminium dikembangkan untuk memperkuat pasokan bahan baku industri manufaktur nasional.
Sementara itu, fasilitas pengolahan tembaga dan logam mulia di Gresik diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri kabel, elektronik, energi, hingga pertahanan. Pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik di Maluku dan Karawang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri kendaraan listrik global.
Pengembangan industri tersebut berjalan seiring dengan agenda investasi strategis lintas sektor yang melibatkan Danantara. Program ini mencakup 26 proyek strategis dengan total investasi sekitar Rp225 triliun dan proyeksi penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Sebagai perpanjangan tangan Negara, MIND ID mengembangkan peta jalan industri pertambangan, mulai dari fasilitas alumina, pemurnian tembaga dan logam mulia, serta sel baterai, hingga proyek HPAL nikel, smelter aluminium, dan pengolahan batu bara menjadi metanol/DME.