Ketika kafein diserap dalam aliran darah, tubuh akan melepaskan hormon dopamin dan norepinefrin yang akan meningkatkan kewaspadaan, fokus, serta metabolisme dalam hitungan menit.
Perpaduan kafein dan asam amino esensial dalam telur akan meningkatkan ketajaman fungsi kognitif otak dan peforma fisik. Membuat kombinasi ini menjadi pilihan sempurna terutama bagi mereka yang butuh energi dan fokus tinggi.
Meskipun pada sebagian besar orang kombinasi ini enak dan bemanfaat, ada golongan orang yang mungkin tidak akan merasa nyaman.
Misalnya, mereka yang menderita refluks asam. Asupan kopi bisa merelaksasi sfongter esogaus atau melemaskan katup lambung. Akibatnya, katup yang seharusnya menutup rapat jadi longgar, dan asam lambung mudah naik ke kerongkongan.
Bagi individu dengan perut sensitif, kafein dan lemak dapat menyebabkan iritasi. Keduanya memicu produksi asam lambung berlebihan dan mempercepat gerakan usus yang akhirnya menyebabkan kram atau kembung.
Siapa pun yang punya kadar gula darah tidak stabil juga sebaiknya menghindari kombinasi ini. Kombinasi ini dapat memicu efek kurang baik dalan pencernaan dan lonjakan gula darah.
Kafein dalam kopi bisa menurunkan sensitivitas insulin sementara pada sebagian orang, sehingga tubuh lebih sulit menyerap glukosa dan memicu kenaikan gula darah.
Sebagian orang mungkin memilih menikmati kopi langsung secara bersamaan dengan telur.
Namun, untuk menghindari risiko bahaya, sebaiknya kopi diminum 45-60 menit setelah makan telur. Hal ini bisa menjaga kadar kortisol tetap stabil, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
Orang-orang dengan anemia atau masalah penyerapan mineral juga akan mendapatkan manfaat ketika memberi jarak waktu minum kopi dengan waktu makan.