NADIKABAR.COM — Sejumlah orang senang sarapan dengan telur dibarengi minum kopi. Namun, apakah kombinasi ini baik untuk kesehatan atau justru membahayakan?
Mengawali hari dengan makan telur dan secangkir kopi adalah pilihan populer bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mencari sarapan tinggi protein dan praktis.
Kedua menu sarapan ini juga dikenal menawarkan nutrisi baik untuk kesehatan. Sarapan dengan telur bisa memenuhi berbagai kebutuhan nutrisi harian tubuh.
Satu butir telur ayam rebus mengandung sekitar 77 kalori. Selain kalori, terkandung juga vitamin A, folat, fosfor, selenium, kalsium, protein, hingga lemak sehat. Sembunyikan kutipan teks
Kopi juga dikenal baik untuk sarapan. Kandungan antioksidan tinggi di dalamnya mampu memperkuat sel-sel dalam tubuh. Antioksidan tersebut juga berperan dalam melindungi tubuh dari radikal bebas.
Kafein yang dikonsumsi pagi hari juga bisa membangunkan sel-sel dalam otak agar lebih fokus.
Meskipun kopi dan telur sama-sama bermanfaat, apakah kombinasinya pas untuk dikonsumsi bersamaan saat sarapan?
DIlansir dari tonkin.coffeee (19/11/2025), berikut penjelasan selengkapnya!
Telur, baik direbus, diorak-arik, atau didadar cocok dipadukan dengan kopi karena kekayaan rasa gurih telur menyeimbangkan rasa pahit biji kopi panggang.
Untuk melengkapi telur saat sarapan, kamu bisa memadukannya dengan pillihan kopi yang tepat. Misalnya, kopi yang terbuat dari biji dipanggang ringan atau sedang cocok dipadukan bersama telur orak-arik atau scrambled egg yang lembut.
Kopi dari biji dipanggang gelap lebih cocok dipadukan dengan telur yang dibumbui atau disajikan bersama dengan roti panggang. Sedangkan espresso cocok jika dikombinasikan dengan telur rebus yang tinggi protein.
Kombinasi ini bukan sekadar mementingkan rasa dan pengalaman, tetapi juga karena protein telur bisa memperlambat penyerapan kafein, sehingga menghasilkan energi lebih stabil sepanjang hari.
Menikmati kopi dan telur dalam waktu yang sama umumnya aman dan dapat ditoleransi oleh kebanyakan orang. Meskipun kopi mungkin sedikit mengurangi mineral tertentu, efeknya biasanya tidak signifikan.
Untuk pola makan secara umum, mengonsumsi keduanya secara bersamaan tidak menimbulkan masalah, kecuali seseorang memiliki sensitivitas pencernaan tertentu atau kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Kopi mengandung tanin dan polifenol yang dapat sedikit mengurangi penyerapan mineral, seperti zat besi dan kalsium.
Namun, telur bukanlah sumber utama mineral ini bagi sebagian orang. Oleh karena itu, dampaknya juga akan minimal secara umum.
Dalam kehidupan sehari-hari, menggabungkan keduanya tidak mengurangi manfaat nutrisi secara keseluruhan.
Kedua bahan ini punya mekanisme yang berbeda untuk menghasilkan energi, tetapi saling melengkapi dalam sistem metabolisme tubuh.
Telur menyediakan protein dan lemak yang memperlambat pencernaan dan membantu tubuh menyerap kafein dengan lebih stabil.
Kominasii protein, asam lemak omega-3, dan vitamin B12 dalam telur juga krusial dalam membantu sel tubuh mengubah makanan menjadi energi siap pakai.
Di sisi lain, kopi mengandung kafein yang berfungsi sebagai stimulan dalam sistem saraf pusat. Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin atau zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk dan lelah.
Ketika kafein diserap dalam aliran darah, tubuh akan melepaskan hormon dopamin dan norepinefrin yang akan meningkatkan kewaspadaan, fokus, serta metabolisme dalam hitungan menit.
Perpaduan kafein dan asam amino esensial dalam telur akan meningkatkan ketajaman fungsi kognitif otak dan peforma fisik. Membuat kombinasi ini menjadi pilihan sempurna terutama bagi mereka yang butuh energi dan fokus tinggi.
Meskipun pada sebagian besar orang kombinasi ini enak dan bemanfaat, ada golongan orang yang mungkin tidak akan merasa nyaman.
Misalnya, mereka yang menderita refluks asam. Asupan kopi bisa merelaksasi sfongter esogaus atau melemaskan katup lambung. Akibatnya, katup yang seharusnya menutup rapat jadi longgar, dan asam lambung mudah naik ke kerongkongan.
Bagi individu dengan perut sensitif, kafein dan lemak dapat menyebabkan iritasi. Keduanya memicu produksi asam lambung berlebihan dan mempercepat gerakan usus yang akhirnya menyebabkan kram atau kembung.
Siapa pun yang punya kadar gula darah tidak stabil juga sebaiknya menghindari kombinasi ini. Kombinasi ini dapat memicu efek kurang baik dalan pencernaan dan lonjakan gula darah.
Kafein dalam kopi bisa menurunkan sensitivitas insulin sementara pada sebagian orang, sehingga tubuh lebih sulit menyerap glukosa dan memicu kenaikan gula darah.
Sebagian orang mungkin memilih menikmati kopi langsung secara bersamaan dengan telur.
Namun, untuk menghindari risiko bahaya, sebaiknya kopi diminum 45-60 menit setelah makan telur. Hal ini bisa menjaga kadar kortisol tetap stabil, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
Orang-orang dengan anemia atau masalah penyerapan mineral juga akan mendapatkan manfaat ketika memberi jarak waktu minum kopi dengan waktu makan.