NADIKABAR.COM — Minum kopi pada pagi hari sebelum sarapan sudah menjadi rutinitas bagi sebagian orang. Selain membantu mengurangi rasa kantuk, kopi kerap dikonsumsi untuk meningkatkan fokus sebelum memulai aktivitas.

Namun, kebiasaan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang, terutama mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan pencernaan.

Minum kopi saat perut kosong tidak serta-merta berbahaya bagi semua orang. Sebagian besar orang dapat menikmatinya tanpa mengalami masalah berarti. Meski demikian, kopi dapat merangsang produksi asam lambung dan memicu keluhan seperti mulas, sensasi terbakar di dada, mual, atau rasa tidak nyaman pada perut bagi orang tertentu.

Sejumlah penelitian mengenai hubungan kopi dengan gangguan pencernaan menunjukkan hasil yang beragam. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada April 2026, yang mencakup 40 penelitian dengan total 122.074 peserta, menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan peningkatan kecil kemungkinan mengalami penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Namun, hasil tersebut tidak membuktikan bahwa kopi menjadi penyebab langsung GERD pada setiap orang, terlebih secara khusus akibat diminum saat perut kosong.

1. Merangsang produksi asam lambung

Kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman, terutama jika memiliki riwayat gangguan pencernaan.

Kafein dan sejumlah senyawa lain dalam kopi juga dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan. Respons tubuh setiap orang berbeda, sehingga ada orang yang tetap nyaman minum kopi sebelum makan, sementara yang lain merasakan keluhan setelah mengonsumsinya.

Meski begitu, belum ada bukti kuat bahwa minum kopi saat perut kosong secara langsung menyebabkan tukak lambung atau kerusakan lambung pada semua orang. Keluhan yang muncul perlu dilihat berdasarkan kondisi kesehatan dan sensitivitas masing-masing individu.

2. Memicu asam lambung naik pada orang tertentu

Kopi dan kafein dapat memicu atau memperburuk gejala refluks asam pada sebagian orang. Kondisi ini terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada atau rasa asam di mulut.