5. Merangsang keinginan buang air besar
Sebagian orang merasa ingin buang air besar tidak lama setelah minum kopi. Efek ini berkaitan dengan kemampuan kopi merangsang aktivitas saluran pencernaan.
Kopi dapat merangsang pelepasan hormon pencernaan dan meningkatkan gerakan usus pada sebagian orang. Efeknya tidak selalu sama, bahkan kopi tanpa kafein pun dapat memicu respons tersebut pada sebagian peminumnya.
Bagi sebagian orang, efek tersebut tidak mengganggu. Namun, jika minum kopi membuat buang air besar menjadi terlalu sering atau memicu diare, mengurangi jumlah konsumsi dan mengamati respons tubuh dapat membantu.
Cara menikmati kopi agar lebih nyaman bagi tubuh
Orang yang terbiasa minum kopi pada pagi hari tidak selalu harus menghentikan kebiasaan tersebut. Jika kopi saat perut kosong menimbulkan keluhan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba.
Pertama, makan terlebih dahulu atau minum kopi bersama sarapan untuk melihat apakah keluhan berkurang. Kedua, kurangi ukuran sajian atau jumlah kopi harian, terutama jika sering mengalami jantung berdebar, gelisah atau sulit tidur. Ketiga, perhatikan tambahan gula, krimer, dan bahan lain yang dapat meningkatkan asupan kalori.
Bagi orang yang mengalami GERD atau gangguan pencernaan berulang, mencatat jenis minuman dan waktu munculnya gejala dapat membantu mengenali pemicu.
Jika keluhan terus berulang atau tidak membaik setelah perubahan kebiasaan, konsultasikan kepada tenaga kesehatan. Gejala seperti nyeri dada berat, muntah terus-menerus, sulit menelan, atau muntah darah perlu mendapatkan pemeriksaan medis.
Kebiasaan minum kopi saat perut kosong tidak otomatis membahayakan kesehatan. Dampaknya bergantung pada sensitivitas tubuh, jumlah kafein, dan kondisi pencernaan seseorang. Memperhatikan respons tubuh dan membatasi konsumsi sesuai toleransi menjadi langkah yang lebih tepat daripada menganggap kopi sebelum sarapan selalu berbahaya.